akhlaqkudusmasyayikhteladan

Kisah KH Ma’ruf Irsyad dan KH Arifin Fanani Kudus

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, AKHLAQ – Suatu hari, guru kita KH. Ma’ruf Irsyad (Allah yarham), disowani (didatangi) seseorang, untuk keperluan menanyakan perihal hukum fiqih. Kepada Kiai Ma’ruf, sang tamu menjelaskan pertanyaannya, begini dan begitu.

“Jenengan tunggu di sini, saya tanyakan dulu kepada kiai yang lebih alim dalam masalah ini,” kata kyai Ma’ruf.

KH. Ma’ruf Irsyad Kudus kemudian mengambil sepeda unta miliknya, yang bisa beliau gunakan mengajar di Madrasah TBS Kudus dan Qudsiyah. Dikayuhnya sepeda butut tersebut ke arah Utara. Ternyata, beliau pergi ke ndalem (rumah) KH. Arifin Fanani, Kwanaran, kyai pakar ilmu fiqih di Kudus.

Kiai Ma’ruf mengetuk pintu. Dibukalah pintu itu oleh KH Arifin sendiri. Kebetulan tidak sedang tindakan (bepergian). Kepada Kiai Arifin, Kiai Ma’ruf menjelaskan maksud kedatangannya, menanyakan perihal hukum yang termaksud. Mendengar itu, Kiai Arifin terkejut. Kepada Kyii Ma’ruf yang usianya lebih sepuh puluhan tahun, Kiai Arifin bertanya:

“Panjenengan kok dibela-belain datang ke sini, menaiki sepeda sendirian. Alangkah baik umpama cukup lewat telepon saja, yi,”

“Ilmu itu didatangi, dan dia tidak (patut) mendatangi,” kata Kyai Ma’ruf. (smc-212)

Cerita lain bisa Anda baca: Kisah Kiai Ma’ruf Irsyad Menjaga Amanah Sepeda Onthel Pinjaman.

Source: DutaIslam.Com

Related posts
EssaiSufismeteladan

Bahagia Ala Sufi Modern, Buya Hamka

2 Mins read
Kebahagiaan menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh setiap insan. Kemanapun gerak langkah kaki, kebahagiaan menjadi tujuan yang tidak bisa dihindari. Namun…
Kisahkudusprofilsejarah

Kisah Perjuangan KH. Fadlil Mahfoedz

3 Mins read
KH. Fadlil Mahfoedz lahir pada tahun 1915 di Desa Ngemplak Undaan Kudus. Beliau memiliki keturunan asli dari masyarakat dusun yang agraris. Dari…
kudusmadrasah

Doa untuk Sang Guru, Romo KH. Ahmad Abdul Fatah (رحمه الله)

1 Mins read
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Langit Kudus berawan kelabu pada pagi Sabtu, 14 Juni 2025. Angin berembus lembut seolah menyampaikan kabar…

 

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *