Uncategorized

Jejak Spiritual Wali Songo dan Pesan Tegas Mbah Ubaidillah Shodaqoh di Tengah Fondasi Belum Selesai NU Dempet

3 Mins read

Di bawah langit cerah Demak yang menyirati harapan baru, sebidang tanah di Dukuh Tempel, Desa Balerejo, Kecamatan Dempet, menyimpan cerita yang tak biasa pada Ahad siang itu, 01 Februari 2026. Ratusan santri, nyai, habaib, dan jamaah Nahdlatul Ulama (NU) memadati area yang kini tengah berdiri kokoh namun belum sepenuhnya berbentuk, yakni lokasi pembangunan Gedung Kantor MWCNU Dempet. Mereka datang bukan untuk menikmati fasilitas yang sudah jadi, melainkan untuk menyaksikan lahirnya tekad baru dari balik deru alat berat dan tumpukan bahan material. Peringatan Harlah NU ke-1 Abad Masehi di Dempet tahun ini terasa begitu berbeda; ia hadir di tengah “jeroan” proses, sebuah simbol bahwa perjuangan NU sesungguhnya terletak pada niat dan proses perjuangan itu sendiri. Kehadiran Al Mukarrom KH. Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, di tengah puing-puing harapan itu, menambah kedalaman spiritual sekaligus kehangatan kekeluargaan yang tak ternilai.

Suasana khusyuk menyelimuti saat Mbah Yai Ubaidillah, dengan gayanya yang sederhana dan bersahaja, mulai mengeluarkan untaian nasihat dalam Mauidhoh Hasanah. Beliau membawa para hadirin bertandang ke masa lalu, mengenang betapa mulianya tanah Demak yang dipilih Allah SWT sebagai pusat Kerajaan Islam Bintoro dan permulaan peradaban Islam di Pulau Jawa. Bagi para santri dan warga NU yang hadir, pesan ini bukan sekadar pelajaran sejarah, melainkan sebuah spirit yang harus ditanamkan dalam jiwa. Bagaimana cara mensyukuri warisan para Wali Songo tersebut? Mbah Yai menjawab dengan tawasut: dengan menjaga tradisi amaliyah luhur para ulama, namun tidak melupakan fikroh ke-NU-an yang harus selalu hadir menjawab tantangan zaman atau kekinian. Ini adalah pengingat bahwa menjadi santri NU adalah berada pada persimpangan antara menjaga warisan leluhur dan merawat kemaslahatan masa depan.

Baca Juga  Come Accedere e Giocare su Vavada Online Casino

Di tengah arus informasi dan dinamika yang seringkali membuat gaduh, Mbah Yai Ubaidillah memberikan sebuah nasehat yang menusuk hati namun penuh hikmah. Ia menekankan bahwa esensi dari kebersamaan adalah tenggang rasa, sadar bahwa sebagai manusia yang tak sempurna, saling melengkapi adalah kunci. Beliau pun mengajak seluruh kader NU di Dempet untuk tidak terperangkap dalam kegelisahan akan dinamika organisasi di pusat, melainkan mengalihkan fokus pada pelayanan yang nyata. Sebuah kalimat yang begitu berat dan indah terlontar, menyatakan bahwa konsekuensi logis dari keberadaan NU adalah keberadaan kemaslahatan bagi umat. Beliau menyebut, jika di wilayah NU Dempet ini ada satu orang pun yang tidak makan dalam sehari, maka lebih baik NU di sana dibubarkan saja. Kalimat ini adalah cambuk bagi kesadaran kolektif bahwa NU hadir untuk melindungi, bukan untuk dilayani.

Momen yang sangat menyentuh hati juga terjadi secara spontan di tengah acara. Saat seorang pedagang keliling atau “bakul” lewat di depan panggung, tanpa pikir panjang, Mbah Yai mengeluarkan uang dari dalam pecinya dan memberikannya. Tindakan kecil yang tanpa rekayasa ini menyingkap tabiat asli seorang kiai santri: dermawan dan peka terhadap sesama di mana saja dan kapan saja, bahkan di tengah ia sedang berceramah. Tidak berhenti sampai di situ, semangat kekeluargaan ini juga dituangkan ke dalam target pembangunan fisik. Mbah Yai menantang para hadirin untuk menuntaskan pembangunan Gedung MWCNU Dempet dalam waktu lima bulan ke depan. Bagi Beliau, gedung itu bukan sekadar bangunan beton, melainkan washilah atau wasilah untuk menggapai tujuan luhur, yaitu pelayanan optimal kepada jamaah NU di Dempet.

KH. Muhammad Roghib, ST, selaku Panitia Pembangunan, pun melaporkan kondisi lapangan dengan transparansi. Ia menyampaikan skema wakaf tanah senilai Rp400 ribu per meter persegi dan program lelang 30 tiang MWC senilai Rp1,5 juta per tiang. Alhamdulillah, gerakan infaq yang dikobarkan pada momen Harlah ini membuahkan hasil sekitar Rp7 juta yang terkumpul saat itu juga. Panitia masih membuka tangan bagi para dermawan yang ingin turut memakmurkan bangunan melalui rekening Bank Jateng nomor 3-031-46925-1 atas nama MWCNU Dempet atau BRI nomor 228301014955508 atas nama Daimul Huda, dengan konfirmasi transfer yang siap dilayani melalui WhatsApp di nomor 0813-9039-5677, 0857-1378-9140, dan 0853-2512-1910.

Baca Juga  Comment se Connecter à Viggoslots Casino: Guide Étape par Étape

Semangat gotong royong ini pun terlihat jelas dari kompaknya para pengurus. KH. Arif Hidayatullah, Ketua Tanfidz MWCNU Dempet, sudah terlebih dahulu hadir menyambut rombongan Rois Syuriah PWNU. Sambutannya yang diwakili oleh KH. Mahmudi menggambarkan betapa kagumnya warga Dempet atas kehadiran Mbah Yai, yang menjadi pemantik semangat atau harokah baru bagi ranting-ranting NU di seantero Dempet. PLT Camat Dempet, Drs. Haryoto, M.H, juga tidak ketinggalan menyalurkan optimisme, memuji sinergi yang luar biasa antara pemerintah dan NU, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, sebagai kunci sukses pembangunan di Dempet.

Acara ini dihadiri pula oleh para tokoh penting seperti KH. Imam Baedhowi (Rois Syuriah MWCNU), Sarkawi, S.H., M.H (Mantan Camat), Hj. Muawanah, S.Ag (Muslimat), Ma’mun Harist (Ansor Banser), Sri Wahyuni (Fatayat), Ahmad Abror, S.Ag (Kepala KUA), dan AKP Ririk Solekul Hadi, S.E (Kapolsek), serta para Kepala Desa dan ratusan santri serta pengurus banom. Rangkaian acara yang penuh barokah ini ditutup dengan doa tawasul yang dipimpin langsung oleh KH. Ubaidillah Shodaqoh. Berdiri di tengah area pembangunan yang belum selesai, namun dengan doa dan semangat yang sudah bulat, para hadirin pulang membawa tekad bahwa gedung fisik mungkin butuh waktu lima bulan untuk selesai, namun gedung spiritualitas NU di Dempet telah berdiri tegak di sanubari setiap jamaahnya.

Pengirim: H. Muhammad Roghib, ST (+62 813-9039-5677)

Komentar
34 posts

About author
Pemimpin Redaksi Santri Menara. Penerima Beasiswa LPDP 2021–2023. Pengajar & penulis serta konten kreator. Motto: “Connecting Knowledge, Inspiring the Community.”
Articles
Related posts
Uncategorized

Kini Hadir! Buku Bahasa Arab Kelas 4 SD/MI: Membangun Fondasi Bahasa Al-Qur'an Sejak Dini

2 Mins read
Dibaca: 962 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Para santri, wali murid, dan pemerhati pendidikan yang dirahmati Allah, Kami dengan bangga mempersembahkan sebuah karya istimewa:…
Uncategorized

Membela Guru Madin: Saatnya Kita Kembalikan Wibawa Pendidik Umat

2 Mins read
Dibaca: 922 Guru madrasah diniyah (madin) adalah sosok yang selama ini berdiri di garda depan pendidikan moral dan spiritual umat Islam, terutama…
Uncategorized

Atas Dorongan PBNU, Nahdlatut Turots Bakal Gelar Jelajah Turots Nusantara

2 Mins read
Dibaca: 361 Nahdlatut Turots (NT) yang merupakan sebuah asosiasi yang mewadahi para pegiat, peneliti, hingga pemilik naskah keilmuan ulama berbasis pesantren bakal…

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *