
MTs NU TBS Kudus Rancang Ekstrakurikuler Bahasa Mandarin Usai Lebaran, Dorong Daya Saing Global Santri
KUDUS – MTs NU Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus kembali menghadirkan inovasi pendidikan dengan menyiapkan program ekstrakurikuler (ekskul) Bahasa Mandarin yang akan mulai dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri. Program ini menjadi terobosan baru, mengingat belum banyak madrasah tingkat menengah di Kabupaten Kudus yang membuka pembelajaran Bahasa Mandarin secara khusus.
Gagasan tersebut mengemuka setelah Kepala Madrasah, Kiai Salim, S.Ag., M.Pd., bersama Kiai Baidlowi, S.IF., mengadakan pertemuan dengan Faishol Firdaus yang direncanakan menjadi pembimbing program. Pertemuan ini membahas rancangan kurikulum, konsep pembelajaran, hingga mekanisme teknis agar kegiatan berjalan efektif dan diminati peserta didik.
Kiai Salim menjelaskan, inisiatif pembukaan ekskul ini berangkat dari pesatnya perkembangan negara-negara penutur Bahasa Mandarin, khususnya Tiongkok, dalam bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, industri, dan hubungan internasional. Menurutnya, penguasaan bahasa global menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga menyinggung hadis Nabi tentang anjuran menuntut ilmu hingga ke Negeri China sebagai inspirasi moral dan spiritual. Baginya, penguatan kompetensi bahasa internasional merupakan bagian dari ikhtiar madrasah untuk memperluas wawasan siswa tanpa meninggalkan identitas keislaman dan karakter ahlussunnah wal jamaah yang menjadi fondasi lembaga.
Faishol Firdaus menyambut positif rencana tersebut. Akademisi dari Universitas Wahid Hasyim ini merupakan lulusan magister dari perguruan tinggi di Tiongkok serta pernah aktif dalam organisasi internasional sebagai mantan Wakil Ketua PCINU Tiongkok. Pengalaman akademik dan organisasionalnya diharapkan mampu memperkaya pelaksanaan program.
Menurut Faishol, Bahasa Mandarin tidak hanya digunakan di Tiongkok daratan, tetapi juga menjadi bahasa utama di Taiwan dan salah satu bahasa resmi di Singapura serta Hong Kong. Dengan jumlah penutur lebih dari satu miliar jiwa, Mandarin saat ini tercatat sebagai bahasa dengan penutur terbanyak di dunia.
Ia menambahkan, Mandarin juga sejajar dengan bahasa-bahasa besar dunia seperti Bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Rusia, dan Arab. Bahkan sejak 1946, bahasa ini telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menunjukkan peran strategisnya dalam percaturan global.
Dalam implementasinya nanti, ekskul akan dikemas secara interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa MTs. Materi tidak hanya berfokus pada kosakata dan tata bahasa dasar, tetapi juga mencakup pengenalan budaya, etika komunikasi, serta pemahaman lintas budaya guna memperluas perspektif peserta didik.
Pihak madrasah berharap program ini dapat menjadi nilai tambah sekaligus ciri khas baru bagi MTs NU TBS Kudus. Selain membuka peluang studi lanjut dan beasiswa ke luar negeri, keterampilan Bahasa Mandarin juga dipandang relevan untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.
Langkah ini menegaskan bahwa madrasah berbasis pesantren dan tradisi ke-NU-an mampu beradaptasi dengan perkembangan global tanpa kehilangan jati diri. Dengan hadirnya ekskul Bahasa Mandarin, MTs NU TBS Kudus optimistis dapat melahirkan generasi santri yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki kompetensi bahasa internasional yang mumpuni.

