beritaSilatnas TBS

KH Muhammad Arifin Fanani: Saya Ini Asli Menara

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Dalam acara Ngaji Bareng Masyayikh yang berlangsung di halaman MA TBS Kudus pada Sabtu (23/07/2016) malam, KH Muhammad Arifin Fanani menjelaskan santri menara kepada ribuan alumi TBS yang hadir.

Website SantriMenara.Com yang dilaunching usai acara ngaji tersebut, diminta Kiai Arifin tetap dilanjutkan. Santri menara, menurutnya, adalah bagian dari pemilihan nama yang baik. “Mosok santri simpang tujuh atau santri pasar Kliwon,” katanya disambut tawa, “karena membaguskan nama itu baik,” tambahnya dalam bahasa Jawa.

Kiai ahli fiqih tersebut juga meminta kepada alumni TBS untuk tidak menanggapi reaksi-reaksi kurang baik atas pemilihan nama tersebut. Menara itu milik orang banyak. Yang membela menara Kudus itu umat Islam. “Saya termasuk pengurus di situ,” jelas Kiai Arifin yang juga pengasuh Pondok Pesantren MUS-YQ Kwanaran Kudus tersebut.

Selain pengurus di Yayasan Makam Menara Kudus, Kiai Arifin juga asli menara, sebagaimana KH Arwani Amin dan KH Sya’roni Ahmadi (saudara sepupu Kiai Arifin). “Rumah saya itu waro’a Masjidil Aqsha (belakang Masjid Al-Aqsha Menara Kudus),” paparnya, hadirin ger geran.

Tidak ada yang salah dengan penamaan tersebut, yang penting tidak menyalahkan orang lain. “Tujuan acara ini adalah ngerek gendero, bentuk mensyiarkan madrasah TBS,” imbuh Kiai Arifin.

Intinya, adanya Silatnas, Ngaji Bareng Masyayikh dan penerbitan buku “Santri Membaca Zaman” adalah bagian dari cara para santri TBS untuk khidmah kepada guru walau sudah menjadi orang penting. “Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik,” jelas Kiai Arifin.

Karena itulah, dalam kesempatan tersebut, Kiai Arifin meminta agar para alumni tetap tawadlu’ karena itu ciri khas lulusan Madrasah TBS Kudus. “Coba angkat tangan yang menjadi kiai. Coba angkat tangan yang menjadi doktor,” pertanyaan Kiai Arifin tersebut tidak direspon. Semuanya diam.

Ketika dilanjutkan dengan pertanyaan, “coba angkat tangan yang menjadi santri,” semuanya mengacungkan jari. “Ini ciri khasnya alumni TBS. Tawadlu’nya kepada guru tetap ada,” tambah Kiai Arifin. Sekali lagi, tanggapi dengan baik reaksi penamaan santri menara. (smc-212)

55 posts

About author
Alumni TBS 2005. Tinggal di Jepara
Articles
Related posts
berita

Rais 'Aam Ajak Respons Revolusi Industri dengan Langkah Besar dan Terukur

2 Mins read
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan, saat ini, dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Ia mengajak…
berita

Mencegah Kemungkaran Sesuai Porsi

2 Mins read
Memang benar, kemungkaran ataupun kedholiman merupakan hal yang tidak baik, keduanya merupakan hal yang dilarang dalam agama kita diperintahkan agar kita menjauhinya….
berita

Kenalan dengan Abu Bakar, Sahabat Paling Setia Nabi yang Dijamin Masuk Surga!

2 Mins read
Pernahkah kamu membayangkan punya sahabat yang selalu ada di sampingmu, bahkan saat keadaan paling berbahaya sekalipun? Sahabat yang rela menyerahkan segalanya, hanya…

 

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *