SANTRIMENARA.COM, KUDUS – Emha Ainun Najib atau biasa dipanggil Cak Nun, membuat kaget pasangan Luthfi Rahman, MSI, MA dan Vila Firdausiyah, M.Pd yang sedang melangsungkan resepsi pernikahan di Gedung JHK Jl. AKBP. R Agil Kusumadya No. 10 Kudus pada Rabu Kliwon (3/08/2016) siang.
Meski tidak diundang langsung, Cak Nun menyempatkan hadir dalam acara resepsi tersebut di tengah persiapan jadual acara yang berlangsung malam harinya. Bersama rombongan, Cak Nun sempat menyita perhatian ribuan undangan resepsi yang hadir, termasuk kru SantriMenara.Com.
Beberapa menit, Cak Nun diberi waktu memberikan ceramah sebelum foto bersama mempelai. Singkat namun cukup mengena. Menurut Cak Nun, selama ini terjadi kesalahan struktur pemahaman dalam pengucapan doa kepada pengantin.
Ketika mendoakan mempelai, orang lebih mendahulukan sakinah (ketenangan), mawaddah (mencintai) baru rahmah (kasih sayang), disingkat samara. Padahal, sakinah adalah buah dari mawaddah dan rahmah yang harusnya ada di akhir ucapan. “Yang benar itu rahmah mawaddah sakinah. Karena bagaimanapun, rahmah itu nature (bawaan, red) setiap manusia,” kata Cak Nun.
Dengan mawaddah inilah, lanjut Cak Nun, setiap pasangan diharapkan mampu menggapai ketenangan. Tentunya tidak lupa untuk selalu memohon kepada Allah agar ada rahmah dan mawaddah dalam membangun ke-sakinah-an setiap pasangan.
Imam Jomblo
Luthfi Rahman adalah alumnus MA TBS Kudus 2005. Setelah lulus sarjana di UIN Walisongo Semarang, ia melanjutkan studi ke ke luar negeri, tinggal di Kota Philadelphia, negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Putra Drs. H Mudhoffar dan Hj. Arifah, M.Pd.I ini sejak dari TBS sudah mahir Bahasa Inggris.
Selesai studi Master Religious Studies di Hartford Seminary Connecticut, Amerika, ia menjadi imam dan tokoh lintas agama di masjid Al-Falah milik komunitas ICGP (Indonesian Community of Greater Philadelphia). Tokoh Indonesia yang bertamu ke Amerika seringkali menjadikan masjid ini sebagai tempat transit. Cak Nun sangat menghormati Luthfi sebagai imam masjid Al-Falah tersebut.
Keduanya semakin akrab ketika terlibat dalam acara “Ngaji Bareng Cak Nun” gagasan ICGP yang dilaksanakan di Kota Philadelphia, New York, Washington DC dan Atlanta. Itu terjadi pada September 2015. Luthfi sempat diledek Cak Nun sebagai “imam jomblo” karena sebagai santri Kudus yang pintar ngaji kitab kuning, ia belum juga beristri.
Kehangatan silaturrahim tersebut kian terjalin hingga pulang ke Indonesia pada Februari 2016 ketika Luthfi membawakan batu akik dua kardus titipan Cak Nun. Diantar langsung bersama keluarga ke rumah Cak Nun di Kadipuro, Yogyakarta. Bagi Luthfi, Cak Nun adalah orang bijak yang kaya ilmu namun selalu rendah hati dan berusaha untuk memanusiakan manusia.
“Sangat bersyukur karena lagi-lagi dengan kerendahhatian, seorang guru bangsa seperti Cak Nun menyempatkan hadir dalam acara resepsi pernikahan kami,” jelas Luthfi yang asli Loram Kudus itu. (smc-212)
hadzal khobar quria 3k nas.. ntap !!
Subhanallah…
Terima Kasih
wow keren banget…