beritaNUpendidikanpesantren

Suasana di Desa Santri Kota Pekalongan

1 Mins read

SANTRIMENARA.COM, PEKALONGAN – Di Pekalongan ada suatu desa yang menjadi pusat belajar keagamaan, pendidikan dan perekonomian, yaitu desa Simbang. “Di sini juga menjadi pusat ulama di Kabupaten Pekalongan,” ujar KH. Nurul Haq, pengasuh PP. Takhassus MAS Simbang pada Rabu (27/7) di kediamannya.

Secara administratif, Simbang masuk dalam kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. Melihat potensi yang sedemikian besar itu, maka pemerintah Kota Pekalongan pernah “meminta” agar Simbang masuk dalam wilayah kotamadya. “Karena secara geografis lebih dekat kotamadya dan untuk mengurus keperluan administratif juga lebih dekat,” tegas Ana, salah satu warga Simbang.

Menurut pantauan SantriMenara.Com pada Selasa-Kamis (26-28/7), setiap hari banyak terlihat aktivitas keagamaan, mulai dari sekolah, mushalla, masjid hingga rumah-rumah penduduk. Dari sebelum subuh hingga sekitar pukul 21.00, masih ada juga acara seremoni keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, pembacaan maulid, ngaji dan lain sebagainya.

Di antara para kiai, terdapat sejumlah nama yang kemudian dijadikan nama gang dan jalan di Simbang seperti KH. Abdul Wahab, KH. A. Fadhlun (Gang 1), KH. Abdul Hadi (Gang 2), KH. Amir (Gang 3), KH. Adam (Gang 4), KH. Chudlori Tabri, KH. Bakri, KH. Ilyas, dan lain sebagainya.

Beberapa pondok yang ada misalnya PP. Nurul Huda, PP. Nurul Huda Banat, PP. Nurul Huda Banin, PP. Takhassus MAS Simbang, PP. Fathul Ulum, PP. Al-Maktab, PP. Al-Amir dan lainnya. Ada juga pondok khusus noto ati, yaitu Padepokan Padang Ati yang diasuh oleh KH. Abdul Halim. Pondok ini mempunyai slogan sabar, ngalah (mengalah), triman (menerima apa adanya), loman (derma).

“Santri di sini mungkin berbeda dengan santri yang lainnya. Sekaya apapun, sepintar apapun, sesepuh apapun mereka (warga Simbang) masih menganggap dirinya santri,” ujar Nur, santri asli Simbang. Ia juga menambahkan, walaupun tidak di pondok, mereka masih bisa ngaji di majlis taklim di tiap-tiap mushalla. “Tua, muda, besar kecil, semuanya selalu semangat untuk ngaji agama” tambahnya. (smc-025).

Related posts
berita

Rais 'Aam Ajak Respons Revolusi Industri dengan Langkah Besar dan Terukur

2 Mins read
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan, saat ini, dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Ia mengajak…
berita

Mencegah Kemungkaran Sesuai Porsi

2 Mins read
Memang benar, kemungkaran ataupun kedholiman merupakan hal yang tidak baik, keduanya merupakan hal yang dilarang dalam agama kita diperintahkan agar kita menjauhinya….
berita

Kenalan dengan Abu Bakar, Sahabat Paling Setia Nabi yang Dijamin Masuk Surga!

2 Mins read
Pernahkah kamu membayangkan punya sahabat yang selalu ada di sampingmu, bahkan saat keadaan paling berbahaya sekalipun? Sahabat yang rela menyerahkan segalanya, hanya…

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *