Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Launching Hari Santri 2018 di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Jakarta pada Jumat (11/8). Dalam Launcing Menteri Agama didampingi oleh Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Pesantren, Ahmad Zayadi dan sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenag.
Lukman dalam sambutannya menjelaskan bahwa santri tidak hanya mereka yang lulus dari pesantren, namun bisa dimaknai lebih bahwa santri adalah umat islam yang memiliki ilmu yang memadai untuk menciptakan islam sebagai agama rahmat bagi semua alam. “Santri memiliki ciri khas sendiri yakni mereka yang cinta tanah air dengan acaran Islam sehingga bisa menciptakan Islam yang ramah,” ujar Lukman saat Launching Hari Santri 2018
Menurut Lukman dalam sambutannya di Launching Hari Santri 2018 ada dua hal kenapa Negara menetapkan Hari Santri sebagai hari nasional. Pertama, Negara mengakui santri memiliki sumbangsih yang sangat besar untuk kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berupa resolusi jihad. Hal ini merupakan sumbangsih yang luar biasa dari santri.
Kedua, penetapan Hari Santri harus dimaknai sebagai bentuk tanggungjawab lebih besar pada diri santri. Penetapan Hari Santri hakikatnya memberikan tugaskhusus kepada kaum santri. “Yakni tugas meneruskan perjuangan terdahulu untuk merawat NKRI,” terang Lukman saat Launching Hari Santri 2018. (SMC-199)